Menurut Kantor Berita ABNA, NATO mengaku salah sasaran ketika memborbardir kota Karkuk di Irak yang menewaskan 20 warga sipil yang kesemuanya perempuan dan 50 lainnya luka-luka pada Jum’at (21/10).
Menurut media setempat, diperkirakan jumlah korban jiwa akan bertambah, karena korban yang masih hidup mengalami luka parah sementara peralatan medis sangat terbatas.
Jet tempur NATO tersebut menyasar rumah penduduk yang sedang mengadakan majelis duka mengenang kesyahidan Imam Husain As di kawasan Daquq di bagian selatan Karkuk, Irak.
Karkuk saat ini menjadi ajang pertempuran antara militer Irak dengan ISIS yang masih menguasai sejumlah wilayah disekitar Karkuk. Keterlibatan NATO menurut pengakuan militer Irak, justru lebih sering menyulitkan militer Irak.

